ccp

Dynamic Glitter Text Generator at TextSpace.net

Minggu, 13 Oktober 2013

HIV

BAHAYA HIV/AIDS
A.   Mengenal Bahaya HIV/AIDS
Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus penyebab AIDS. AIDS merupakan kependekan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome, yaitu kumpulan berbagai gejala menurunnya kekebalan tubuh yang disebabkan oleh HIV. Sampai sekarang belum ditemukan obat dan vaksin yang benar-benar bermanfaat untuk mengatasi AIDS. Itulah sebabnya AIDS merupakan salah satu penyakit yang paling ditakuti pada saat ini.
Ketika seseorang terkena HIV, orang tersebut tidak langsung terkena AIDS. Dibutuhkan waktu yang lama, yaitu beberapa tahun untuk dapat menjadi AIDS yang mematikan. Betapa dahsyatnya dampak dan bahaya HIV/AIDS. Setelah menjadi penderita HIV positif dan menderita AIDS, orang tersebut akan mengalami penurunan sistem imunitas tubuh. Oleh karena itu, berbagai bibit penyakit dapat dengan mudah menyerang. Karena sistem kekebalan tubuhnya lemah, penderita HIV/AIDS sulit untuk sembuh dari penyakit yang dideritanya. Pada akhirnya yang terjadi adalah kematian.
1.     Proses Penularan HIV/AIDS
HIV/AIDS adalah salah satu penyakit yang menular. Namun, penularannya tak semudah seperti virus influenza atau virus-virus lainnya. HIV dapat hidup di seluruh cairan tubuh manusia, tetapi yang mempunyai kemampuan untuk menularkan kepada orang lain hanya HIV yang berada dalam darah, cairan vagina, dan sperma.
Ada beberapa cara penularan HIV/AIDS yang diketahui, yaitu sebagaiberikut.
a. Transfusi darah dari pengidap HIV.
b. Berhubungan seks dengan pengidap
HIV.
c. Sebagian kecil (25–30%) ibu hamil
pengidap HIV kepada janinnya.
d. Alat suntik atau jarum suntik, alat tato,
dan tindik yang dipakai bersama dengan
penderita HIV/AIDS.
e. Air susu ibu pengidap AIDS kepada
anak susuannya.
2.     Proses Terinfeksi HIV
Dalam keadaan sehat, sistem
kekebalan tubuh dapat membasmi virus,
bakteri, dan patogen yang menyerangtubuh.
Ketika HIV menginfeksi tubuh, sel-sel T pembantu dirusak sehingga
menyebabkan lemahnya sistem kekebalan. Pada saat sistem kekebalan rusak,
tubuh menjadi semakin mudah terkena penyakit dan tubuh menjadi tak berdaya
melawannya. Penyakit inilah yang biasanya menjadi penyebab kematian pada
penderita AIDS.
3.     Gejala Terinfeksi HIV/AIDS
Seseorang yang terinfeksi HIV/AIDS dikenali dengan gejala-gejalanya.
Namun, belum ditemukan gejala-gejala yang pasti untuk menentukan seseorang
terkena HIV/AIDS kecuali harus melalui tes darah. Gejala-gejala umum orang
yang tertular HIV/AIDS ditandai dengan kondisi sebagai berikut.
a. Berat badan turun secara mencolok, biasanya lebih dari 10% dalam waktu 1
bulan.
b. Demam lebih dari 38 derajat Celsius, disertai keringat tanpa sebab yang jelas
pada malam hari.
c. Diare kronis lebih dari 1 bulan.
d. Rasa lelah berkepanjangan.
e. Pembesaran kelenjar getah bening yang menetap, biasanya di sekitar leher
dan lipatan paha.
f. Gatal-gatal.
g. Kelainan pada kulit, rambut, mata, rongga mulut, dan alat kelamin.
Gambar 9.3
Pengidap HIV/AIDS akan mengalami penurunan kekebalan tubuh
Sumber: www.rainbowreporter.com
4.     Tindakan jika Terinfeksi HIV
Apa yang harus dilakukan jika sudah terinfeksi HIV? Berikut ini beberapa
tindakan yang harus dilakukan jika terinfeksi HIV.
114 Gelanggang Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMA/MA Kelas XI
Latihan 1
A. Kerjakan latihan berikut dengan benar!
1. Bagaimana proses terinfeksi HIV?
2. Apa yang harus dilakukan jika seseorang terinfeksi HIV?
3. Sebutkan gejala seseorang terinfeksi HIV!
B. Diskusikanlah bersama kelompok Anda hal-hal berikut.
• Bahaya HIV/AIDS
• Proses penularan HIV/AIDS
a. Makan makanan yang bergizi tinggi.
b. Selalu hidup bersih dan sehat.
c. Jangan berganti-ganti pasangan seksual.
d. Selalu menggunakan kondom pada saat berhubungan seksual.
e. Mintalah nasihat dokter mengenai apa yang seharusnya dilakukan.
B.   Tindakan Pencegahan terhadap HIV/AIDS
Bahaya HIV/AIDS sangat merugikan penderitanya. Di samping penderita
mengalami kondisi kesehatan yang menurun dan dapat menyebabkan kematian,
penderita HIV/AIDS cenderung dijauhi dari pergaulan masyarakat. Oleh karena
itu, setelah Anda mengetahui bahaya yang diakibatkan penyakit ini, Anda harus
dapat menjauhi hal-hal yang dapat menyebabkan tertular penyakit ini.
Tindakan apa saja yang harus dilakukan dalam mencegah tertularnya penyakit
ini? Cara mencegah masuknya penyakit HIV/AIDS secara umum di antaranya
dengan membiasakan hidup sehat, yaitu menkonsumsi makanan sehat, berolah
raga, dan melakukan pergaulan yang sehat.
Berikut ini beberapa tindakan yang dapat dilakukan dalam mencegah
tertularnya HIV/AIDS.
1. Hindari hubungan seksual di luar nikah dan usahakan hanya berhubungan
dengan satu pasangan seksual.
2. Pergunakan selalu kondom, terutama bagi kelompok perilaku risiko tinggi.
3. Seorang ibu yang darahnya telah diperiksa dan ternyata positif HIV,
sebaiknya menghindari kehamilan karena bisa menularkan virusnya kepada
janin yang dikandungnya.
4. Orang-orang yang tergolong kelompok perilaku risiko tinggi hendaknya tidak
menjadi donor darah.
5. Penggunaan jarum suntik dan alat tusuk lainnya seperti akupunktur, jarum tato, atau
jarum tindik, hendaknya hanya sekali pakai dan harus terjamin kesterilannya.
6. Jauhi narkoba, karena sudah terbukti bahwa penyebaran HIV/AIDS di
kalangan pengguna narkoba suntik 3–5 kali lebih cepat dibanding perilaku
berisiko lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar