ccp

Dynamic Glitter Text Generator at TextSpace.net

Minggu, 22 September 2013

Garuda Muda Juara

Kemenangan Indonesia di Ajang AFF U-19 Championship 2013


1379869443608548639
Pemain U-19
Disiarkan langsung dari stadion Delta Sidoharjo, Jawa Timur (23/9/13) pukul 19:00 WIB, babak final AFF U-19 Championship 2013 antara tuan rumah Indonesia melawan Vietnam. Pertandingan berdurasi 2×45 menit tersebut berjalan dengan alot antara tuan rumah dan lawan. Alhasil diperlukan babak tambahan waktu 2×15 menit, dilanjutkan pinalti guna menentukan sang juara. Permainan
sengit dilakukan oleh kedua pihak untuk memperebutkan gelar juara di ajang bergengsi di Asia Tenggara tersebut.
Garuda Muda Indonesia yang telah haus akan gelar juara selama 3 tahun terakhir ini. Paceklik gelar sebagai sang juara di ajang olahraga sepak bola, menuntut mereka berusaha keras dalam pertandingan malam ini. Para suporter yang membanjiri stadion Delta Sidoharjo pun tak ingin kalah semangat untuk mendukung idolanya. Mereka bersorak-sorak membunyikan alat musik sederhana guna menyemangati tim jagoan mereka.
Dua babak 45 menit di akhiri imbang oleh kedua tim tersebut, dilanjutkan oleh babak perpanjangan waktu dua kali 15 menit dan hasilnya tetap 0-0. Hal tersebut membuat para pendukung tim Garuda Muda Indonesia harap-harap cemas mendukung jagoannya tersebut. Alhasil dilakukannya babak pinalti sebagai penentuan juara laga AFF U-19 Championship.
Ketika babak pinalti terjadi selisih yang sangat sengit oleh kedua belah pihak. Beberapa pemain U-19 Indonesia terlihat berdoa sebelum melakukan tendangan pinalti tersebut. Para suporter pun tak henti-hentinya menyemangati mereka dari tribun stadion. Babak pinalti yang yang di awali oleh pemain Vietnam, L.V. Son bernomor punggung 2 dan mampu menjebol gawang kiper Indonesia, Murdianto (1). Kebobolan tersebut tak menurunkan semangat tim Garuda Muda kita dengan membalasnya melalui Fatturahman (5).
Namun, di tendangan ke-2, kedua tim gagal menjebol gawang lawan masing-masing. Ini menambah cemas bagi pendukung Indonesia, ketika tendangan ketiga yang di lakukan oleh Jofiandi (19) gagal menjebol gawang kiper Vietnam. Skor menjadi 1-2 dengan keunggulan Vietnam. Keunggulan Vietnam tak bertahan lama ketika tendangan pemainnya yang bernomor punggung 18 mampu di tepis kiper Indonesia lalu di tambah dengan gol pemain Indonesia bernomor punggung 7, Dimas Drajat. Skor menjadi imbang 3-3.
Permainan semakin sengit ketika para pemain terus berjuang demi tropi utama laga malam ini. Terlihat dari tendangan babak pinalti kedelapan masing-masing pemain yang saling berusaha mencetak gol, namun tetap saja berakhir imbang.
Hasil imbang tak lama bertahan, tendangan pinalti ke-9 yang dilakukan oleh pemain Vietnam bernomor punggung15 gagal menjebol gawang tim asuhan pelatih Indra Sjafri. Hal ini memberi keuntungan besar bagi tim Merah-Putih kita. Suporter Indonesia menyambut gembira keuntungan tersebut, terlihat dari beberapa kembang api yang di nyalakan dari tribun penonton. Hingga tendangan dari Ilham (20) yang mampu menjebol gawang Vietnam sekaligus mengakhiri babak pinalti dengan keunggulan Tim Garuda 7-6.
Para penonton pun terlihat gembira bukan main, setelah tiga tahun lamanya di tunggu-tunggu sebuah gelar dari cabang sepak bola yang mengalami paceklik panjang akan juara pertama. Inilah hasil dari kerja keras anak bangsa selama ini, di balik kekisruhan negara akan maraknya kasus-kasus kemiskinan, konflik dan korupsi, mereka mampu membangkitkan kembali semangat juang sang Garuda dengan mengibarkan bendera sang Merah-Putih di ujung tiang tertinggi di antara negara-negara Asia Tenggara. Selamat untuk tim U-19!! Jayalah negeriku!!

1 komentar: